Indonesia Siaga Hadapi Pandemi Flu A H1N1
Jakarta - Pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi penularan virus influenza tipe A subtipe H1N1 (sebelumnya disebut flu babi) menyusul pernyataan WHO tentang fase pandemi influenza.
“Di Indonesia sampai sekarang belum ada kasus, 86 orang yang dicurigai terinfeksi semuanya negatif. Tapi kita tetap waspada dan sekarang kesiagaan kita tingkatkan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat.
Tjandra menjelaskan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi flu, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kepada seluruh gubernur mengenai tindakan yang harus diambil untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit influenza A (H1N1) di setiap wilayah.
“Kami juga meminta kepala dinas kesehatan melakukan beberapa pengecekan seperti memeriksa situasi terakhir di wilayahnya serta kesiapan sumber daya manusia, prosedur dan fasilitas kesehatan. Juga kerja sama lintas sektor di wilayahnya,” kata Tjandra yang sedang melakukan pertemuan dengan 600 kepala dinas kesehatan di seluruh Indonesia di Surabaya.
Ia menjelaskan pula bahwa pemerintah akan memastikan upaya pengendalian di tingkat kader, Puskesmas, rumah sakit dan rumah sakit rujukan berjalan dengan baik.
Pemerintah, kata dia, juga akan meningkatkan pemantauan kasus di pelabuhan-pelabuhan internasional melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
“Alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) akan ditambah supaya bisa dipasang di semua pelabuhan internasional,” katanya.
Secara terpisah, Ketua Pelaksana Harian Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI), Bayu Krisnamurthi menjelaskan bahwa WHO meningkatkan kewaspadaan karena jumlah negara terjangkit makin banyak dan bukan karena peningkatan keganasan penyakit itu.
“Kita meresponnya dengan mengintensifkan dan melanjutkan upaya pengendalian yang telah dilakukan selama ini,” ujarnya.
Pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan hingga kini belum dilakukan karena WHO belum merekomendasikan penerapan kebijakan itu untuk mencegah penyebaran influenza A (H1N1).
Fase Enam
Direktur Jenderal WHO Margaret Chan pada Kamis malam (11/6) mengumumkan peningkatan status kewaspadaan pandemi influenza A (H1N1) dari fase lima ke fase enam atau fase pandemi influenza.
“Saya sudah mengkonfirmasi hal ini dengan ahli, virologis, dan ahli kesehatan masyarakat. Seperti prosedur yang ada dalam regulasi kesehatan internasional, saya juga telah meminta saran dari `Emergency Committee` untuk tujuan ini,” kata Margaret.
Ia mengatakan, berdasarkan bukti-bukti yang ada dan penilaian para ahli terhadap bukti tersebut, kondisi saat ini sudah memenuhi kriteria pandemi influenza.
Penyakit menular itu, kata dia, dengan mudah dapat menular antar manusia antar negara di beberapa kawasan.
Data WHO menunjukkan bahwa hingga 11 Juni 2009 influenza A (H1N1) telah menyerang 28.774 orang dengan 144 kematian di 74 negara di kawasan Amerika, Australia, Eropa dan Asia.
Sementara jumlah kasus yang dikonfirmasi pemeriksaan laboratorium sebagai influenza A (H1N1) sebanyak 1.037 dengan tiga kematian.
Penyebaran penyakit itu di sejumlah negara sulit dilacak untuk mengetahui rantai penularannya antar manusia sehingga perluasan penyebaran penyakit ini dikhawatirkan tidak bisa dihindari lagi.
“Saat ini kita berada pada hari-hari awal pandemi. Virus menyebar dibawah pengawasan….Kita juga tahu bahwa tahap awal ini bisa berubah dengan cepat. Virus punya aturan mereka sendiri, juga yang satu ini, dan mereka bisa merubah aturan tanpa rima atau alasan kapan saja,” katanya.
Menurut dia, saat ini dunia telah lebih siap menghadapi pandemi namun hal itu tidak boleh membuat semua lengah.
Ia mengatakan, meski jumlah kematian kecil namun setiap kematian tetaplah tragedi dan semua harus tetap waspada supaya lonjakan kematian tidak pernah terjadi.
Setiap negara harus siap siaga menghadapi pandemi ini dan mencegah penyebaran infeksi.
Panduan spesifik untuk perlindungan dan pengendalian penyakit ini, kata Margaret, sudah dikirim ke semua menteri kesehatan termasuk yang negaranya tidak memiliki kasus infeksi.
(sumber: infeksi.com)
Related Document (bisa download disini) ** menyusul** :
- Leaflet H1N1 (DEPKES)
- Infection control in health care provider (WHO)
- Patient care checklist in heatlth care provider (WHO)
- Advise use mask (WHO)
- Pandemic Influenza Prevention and Mitigation (WHO)
- Pandemic Influenza Preparedness and Response (WHO)
- Pandemic Phase Description and Main Action (WHO)
Related Link :
- www.cdc.gov
- www.who.int